Gorontalo – Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Muhammad Ardi, S.Pd., S.E., M.Si., Ak. dan Dr. Hj. Sri Dewi Yusuf, M.M., tampil sebagai pemateri dalam kegiatan 6th Annual Conference of Islamic Economics and Business (ALCISEB) yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2026.
Keikutsertaan kedua akademisi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkaya diskursus keilmuan ekonomi dan bisnis Islam, khususnya dalam merespons tantangan pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda serta penguatan ketahanan finansial lembaga pendidikan Islam.
Dalam konferensi tersebut, Muhammad Ardi membawakan materi berjudul “Students Become Investment Literate, Wisely Manage Their Wealth.” Materi ini mengangkat pentingnya membangun literasi investasi di kalangan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola kekayaan secara bijak. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk mengenal berbagai instrumen investasi, tetapi juga memahami prinsip pengelolaan keuangan, mempertimbangkan risiko, serta mengambil keputusan investasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Dr. Hj. Sri Dewi Yusuf, M.M. menyampaikan materi berjudul “Financial Resilience of Pesantren in the Era of Budget Efficiency.” Dalam paparannya, ia mengangkat isu ketahanan keuangan pesantren di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Topik ini menyoroti pentingnya penguatan tata kelola keuangan, pengelolaan sumber daya secara efektif, serta pengembangan strategi kemandirian ekonomi pesantren agar tetap mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Kedua materi tersebut merepresentasikan isu strategis dalam pengembangan ekonomi Islam, yakni pentingnya literasi dan kecakapan finansial individu serta penguatan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi dinamika ekonomi. Literasi investasi menjadi bekal bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan keuangan, sedangkan ketahanan finansial pesantren menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan lembaga pendidikan Islam.
Partisipasi Muhammad Ardi dan Dr. Hj. Sri Dewi Yusuf dalam ALCISEB ke-6 sekaligus menunjukkan kontribusi akademisi FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam forum ilmiah yang membahas perkembangan ekonomi dan bisnis Islam. Kehadiran keduanya diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan, memperkuat jejaring akademik, serta mendorong pengembangan kajian ekonomi Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui forum akademik seperti ALCISEB, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo terus mengambil bagian dalam pengembangan pemikiran ekonomi dan bisnis Islam, baik pada aspek peningkatan kualitas literasi keuangan masyarakat maupun penguatan kemandirian ekonomi lembaga-lembaga keislaman.